Dua hal yang membuat saya sering memutar otak. Bahkan dalam sebuah wawancara kerja, saya ditanya tentang perbedaan dari keduanya. Meski berpikir at a glance, saya jawab saja bahwa keduanya adalah hal yang bertolak belakang. Disiplin adalah sesuatu yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap orang untuk memenuhi kewajibannya, sedangkan fleksibel merupakan hal yang mungkin dipenuhi agar seseorang tidak kehilangan haknya.
Lalu si pewawancara pun meminta contoh yang lebih konkrit tentang perbedaan antara keduanya. Gampang saja saya pikir, misal; sebagai seorang karyawan yang perusahaannya memiliki jam kerja dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, maka si karyawan pun harus mengikuti aturan itu. Jika si karyawan mematuhinya, maka dia sudah berperilaku disiplin. Namun, jika si karyawan melanggar, (menurut saya) seharusnya dia diberi punishment atas ketidakdisiplinannya itu.
Berbeda dengan fleksibel, sebagai seorang yang beragama, si karyawan berhak untuk menjalankan ibadahnya, atau mungkin ia harus meninggalkan tempat kerja karena orang tuanya meninggal dunia.
Tapi, saya berpegang bahwa keduanya adalah hal yang penting. Bayangkan mau jadi apa seseorang tanpa sebuah kedisiplinan dalam dirinya. Atau, bayangkan jika kita tidak memiliki sifat yang fleksibel, mungkin kita akan dijauhi karena menjadi orang yang sangat kaku. Silakan berpusing-pusing ria dengan pendapat saya ini. ^_^
Post a Comment