lupie aja
Years ago, I prepared for my future. Studied hard to get best scores. Becoming a diplomat was my hope. All I want is just visiting countries around the world especially Holland. I have books, magazines, CD, and posters about Holland, and I still keep it well.
Day by day past, I realized that the truth had made me further with my hope. Maybe my faith doesn’t allow me to fulfill my willing. Only God knows why.
lupie aja
Do you know what I'm feeling?
I think I'm losing you.
You seemed to be really happy with your new life.
And it is yes.
That moment took you away from me.
Listen my friend,
I think I'm losing you now.
lupie aja
Sudah lebih dari satu tahun saya meninggalkan kampus. Kampus rindang ini menyimpan banyak kenanganku dengan teman-teman. Waktu memang harus berlalu, setiap fase dalam kehidupan memang harus terus dilalui.
Satu fase kehidupan saya jalani bersama teman-teman yang sudah kuanggap keluarga, HIMAKOM. Bahkan sampai saat ini, saya masih hafal siapa-siapa saja yang berada dalam kepengurusannya.
Kerja kami berawal dari menggarap Bedah Iklan A Mild yang berujung pada Ita masuk UGD Moewardi. Malam-malam, brik-brikan lewat walkie talkie di Teater Besar STSI bareng Dapid (Bidang V HIMAKOM...hehe) terus godain cewek lewat frekuensi yang entah dapat dari mana. Setelah itu, mati listrik katanya.
Terus pekerjaan dilanjutkan dengan Mediasi. Ada saya, Tyan, dan Yayan yang bertanggung jawab sebagai SC, tapi sepertinya formasi ini agak aneh . Malam hari sebelum hari H saya pulang dari kampus ke kos jam 12 malam, jalan kaki sendiri!
Ada juga yang namanya HIMAKOM Big Event. Kali ini Angga jadi ketuanya lho. I think that moment was Angga’s best performance ever! Saya ingat pernah bersitegang dengan Roma, sampai-sampai saya WO dari acara Training PR.
Oya, acara yang paling mengasyikkan itu waktu jalan-jalan ke Baron dan Kukup! Senang sekali rasanya bisa “merasa bebas” bersama teman-teman. Lari-lari, terbawa ombak, dan makan-makan tentunya. Di sepanjang jalan pulang-pergi ditemani lagunya Danu (Apa ya judulnya? Sangking bosennya jadi lupa :b)
Pada waktu itu, saya merasa berada dalam rumah kedua. Banyak canda, tawa, bahkan duka yang saya lalui bersama teman-teman HIMAKOM. Tapi semua sudah berlalu, yang ada sekarang hanya kenangan masa lalu. Tapi tak masalah, mereka tetap berada dekat, di sini.
(Tyan, Agus, Anto, Roma, Dewy, Ratih, Prita, Dito, Angga, Yayan, Eka, Andi, Danu, Rika, Sika, Tika, Rani, Indah, Irfan, Indra, Ozi, Purwadi, Nain, ---kurang ga ya?--- plus...Pandu, Dapid, Elka, Tifa...thanx 4 supporting...maaf kalo ada yang terlewat)
Hello there...how’s 2day? ^_^
lupie aja
This is story about my partner. Almost everyday I feel bothered by him. He’s the worst employee I have ever known in my life!
Actually, I don’t want to care anything about him as long as he stay away from my bussiness. He's the true thief and a corruptor. I think my company doesn't need to employ someone like him and rewards him with that big amount of salary.
In the working day, he always come late, more than an hour. He gets rest more than 2 hours each day. And the worst is he often miss every deadline!
Yesterday, I feel so suck of him because he stole my idea with that innocent face. I didn't know what to do, I was speachless...OMG!
I wonder why this person can even exists in this world! What word can discribe this person?
lupie aja
Saya tak banyak tahu mengenai kupu-kupu. Toh meskipun indah, saya tak pernah bisa berlama-lama menikmati keindahannya. Entah karena ia telanjur terbang jauh, atau karena takdir hidupnya yang hanya sekejap.
Saya hanya ingin berceritera tentang dirinya, seorang gadis yang tersakiti karena kupu-kupu.
Hari-harinya ia lalui dengan senyum, tak ada satu pun kekurangan dalam hidupnya. Hingga suatu hari, kupu-kupu itu datang dan segera memenjarakan mimpi-mimpi indahnya. Saya tahu ia menjerit dalam hati. Memohon pada Tuhan agar menjauhkannya dari jeratan kupu-kupu yang akan menemaninya hingga akhir masa.
Dalam usianya, ia ingin beriang gembira. Si gadis pun pasrah, tapi tak akan menyerah.
Kupu-kupu bisa saja merenggut hidupnya. Ia tahu, hidupnya mungkin tak seindah dulu. Tetapi ia harus berjuang, demi melihat orang yang disayanginya tersenyum.