Pusing deh merhatiin dunia perpemiluan sekarang. Bukannya pemilu (pemilihan umum) bisa-bisa malah jadi pemilu (bikin hati pilu). Apalagi merhatiin poster ato baligo para caleg, cuma bikin pusing doang. Emangnya ada yang mau liat wajah mereka apa ya? Wong di satu perempatan aja baligo caleg pada umpel-umpelan. Bikin sakit mata aja! Indahnya kota jadi ternoda deh. (*lebay dot com ah ;b)
Parahnya, bukannya mendidik, baligo yang bertebaran itu seringkali berisi nada sindiran. Kalo wacana calegnya aja maen sindir sana sindir sini, kapan rakyat negara ini bisa belajar pendidikan politik yang lebih baik?
Nah, sebagai praktisi yang berkecimpung di industri kreatif (*cieee....)boleh dong mengomentari desain baligo caleg. Meski musim pemilu ini banyak pihak yang kebanjiran order; misalnya digital printing, sablon kaos, ato agency iklan yang notabene sudah terbiasa menata tampilan grafis tapi saya nilai itu belum cukup. Coba lihat, desain baligo caleg tak cukup indah dalam kaidah artistik. Padahal, ada semiotika dalam setiap unsur grafis yang ditampilkan, dan otomatis hal ini memengaruhi maksud pesan yang ingin disampaikan dengan pesan yang ditangkap. Apalagi dari segi copywriting, rasa-rasanya hampir tak ada baligo caleg yang menampilkan visi dan misi dahsyat yang bisa membuat massa mau melirik.
Inti dari semuanya adalah komunikasi. Grafis tak akan membantu jika pesan yang disampaikan tak jelas, pun sebaliknya. Anda setuju?
Parahnya, bukannya mendidik, baligo yang bertebaran itu seringkali berisi nada sindiran. Kalo wacana calegnya aja maen sindir sana sindir sini, kapan rakyat negara ini bisa belajar pendidikan politik yang lebih baik?
Nah, sebagai praktisi yang berkecimpung di industri kreatif (*cieee....)boleh dong mengomentari desain baligo caleg. Meski musim pemilu ini banyak pihak yang kebanjiran order; misalnya digital printing, sablon kaos, ato agency iklan yang notabene sudah terbiasa menata tampilan grafis tapi saya nilai itu belum cukup. Coba lihat, desain baligo caleg tak cukup indah dalam kaidah artistik. Padahal, ada semiotika dalam setiap unsur grafis yang ditampilkan, dan otomatis hal ini memengaruhi maksud pesan yang ingin disampaikan dengan pesan yang ditangkap. Apalagi dari segi copywriting, rasa-rasanya hampir tak ada baligo caleg yang menampilkan visi dan misi dahsyat yang bisa membuat massa mau melirik.
Inti dari semuanya adalah komunikasi. Grafis tak akan membantu jika pesan yang disampaikan tak jelas, pun sebaliknya. Anda setuju?
Post a Comment