Pusing...pusing...pusing
Cerita punya cerita, dua minggu terakhir ini saya lumayan disibukkan dengan proyek suksesi salah satu capres. Bukannya senang karena dapat proyek (lumayan) besar (dan kalau benar-benar sukses bisa menjadi nilai plus untuk portofolio saya :p), saya malah sedikit malas mengerjakannya, alasannya:
1. Brief yang tak jelas
Ini dia yang bisa membuat seorang copywriter seperti saya tersesat. Brief yang tak jelas menandakan ada yang tidak beres dengan "produk" ataupun manajemen yang mengelola produk tersebut. Bak "tak kenal maka tak sayang", brief inilah yang menjadi jembatan antara si empunya kepentingan dengan yang diserahi tanggung jawab.Brief yang tak jelas menyebabkan efek domino yang berkepanjangan.
2. Strategi yang tak jelas
Karena tidak dibekali dengan brief yang mumpuni, sang strategic planner akhirnya menerka-nerka strategi apa yang akan ditempuh agar "produk" bisa bertarung di media dan menyampaikan pesan yang berdampak positif bagi "produk" tersebut.
4. Fakta yang tak jelas
Berhubung sulit sekali menemukan fakta yang benar-benar "bermanfaat", maka jangan salahkan ibu mengandung jika tim kreatif menyimpulkan bahwa "produk" ini kurang potensial untuk "dijual".
3. Pesan yang tak jelas
Ini jelas terjadi jika proses yang mengawalinya serba tak jelas. Bagaimana akan mengomunikasikan pesan yang "membidik" jika para kreator tidak dibekali dengan informasi-informasi yang dibutuhkan.
Kalau saya sebagai pribadi, jika diberi pilihan, jelas saya ingin memilih untuk mundur saja dari proyek ini. Rasa-rasanya tak tega mempertaruhkan kedudukan RI1 kepada orang yang membuat brief untuk suksesi iklannya saja serba tak jelas.
Cerita punya cerita, dua minggu terakhir ini saya lumayan disibukkan dengan proyek suksesi salah satu capres. Bukannya senang karena dapat proyek (lumayan) besar (dan kalau benar-benar sukses bisa menjadi nilai plus untuk portofolio saya :p), saya malah sedikit malas mengerjakannya, alasannya:
1. Brief yang tak jelas
Ini dia yang bisa membuat seorang copywriter seperti saya tersesat. Brief yang tak jelas menandakan ada yang tidak beres dengan "produk" ataupun manajemen yang mengelola produk tersebut. Bak "tak kenal maka tak sayang", brief inilah yang menjadi jembatan antara si empunya kepentingan dengan yang diserahi tanggung jawab.Brief yang tak jelas menyebabkan efek domino yang berkepanjangan.
2. Strategi yang tak jelas
Karena tidak dibekali dengan brief yang mumpuni, sang strategic planner akhirnya menerka-nerka strategi apa yang akan ditempuh agar "produk" bisa bertarung di media dan menyampaikan pesan yang berdampak positif bagi "produk" tersebut.
4. Fakta yang tak jelas
Berhubung sulit sekali menemukan fakta yang benar-benar "bermanfaat", maka jangan salahkan ibu mengandung jika tim kreatif menyimpulkan bahwa "produk" ini kurang potensial untuk "dijual".
3. Pesan yang tak jelas
Ini jelas terjadi jika proses yang mengawalinya serba tak jelas. Bagaimana akan mengomunikasikan pesan yang "membidik" jika para kreator tidak dibekali dengan informasi-informasi yang dibutuhkan.
Kalau saya sebagai pribadi, jika diberi pilihan, jelas saya ingin memilih untuk mundur saja dari proyek ini. Rasa-rasanya tak tega mempertaruhkan kedudukan RI1 kepada orang yang membuat brief untuk suksesi iklannya saja serba tak jelas.
Post a Comment