-- Teman yang hebat adalah teman yang bukan membuatmu berpikir bahwa dirinya hebat. Tapi seseorang yang selalu membuatmu berpikir bahwa dirimu hebat --
lupie aja
Suatu hari aku menyimak acara Golden Ways-nya Mario Teguh. Rasanya semangatku yang kendur jadi kencang lagi. Sepertinya aku memang harus lebih sering mendengarkan petuah-petuah Mario Teguh agar aku selalu positive thinking dalam menjalani hidup.
Ucapan Mario Teguh yang sangat menancap di benak saya adalah "Jika Anda bisa menjadi elang, untuk apa Anda masih melata di bawah sana?". Wah...kalimat yang benar-benar super! Aku merasa tertampar dengan kalimat ini. Aku merenung, mungkin elang itu adalah diriku. Lalu mengapa aku masih begini-begini saja ya?
Bilang saja aku seorang yang sombong. Tapi, apa aku harus mematikan potensiku? Aku masih berpikir bahwa aku belum maksimal menggali bahkan menggunakan kemampuan yang kumiliki. Kepuasan itu masih jauh panggang dari api untukku.
Yes, I am the eagle. Let the world know that I can fly over the sky and tell them that I ALWAYS CAN !!!
Ucapan Mario Teguh yang sangat menancap di benak saya adalah "Jika Anda bisa menjadi elang, untuk apa Anda masih melata di bawah sana?". Wah...kalimat yang benar-benar super! Aku merasa tertampar dengan kalimat ini. Aku merenung, mungkin elang itu adalah diriku. Lalu mengapa aku masih begini-begini saja ya?
Bilang saja aku seorang yang sombong. Tapi, apa aku harus mematikan potensiku? Aku masih berpikir bahwa aku belum maksimal menggali bahkan menggunakan kemampuan yang kumiliki. Kepuasan itu masih jauh panggang dari api untukku.
Yes, I am the eagle. Let the world know that I can fly over the sky and tell them that I ALWAYS CAN !!!
lupie aja
Tulisan ini bukan merupakan sinopsis dari film berjudul sama karya Asrul Sani yang mendapatkan pengahargaan FFI dan Festifal Film Korea. Berbeda dengan tokoh Palupi karangan Asrul Sani, Palupi yang ini adalah diriku sendiri – perempuan dengan satu kata nama, Palupi.
Sering aku kebingungan menjalani hidup, tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidupku secara lebih konkret. Ketika egoisme meraja, sulit rasanya untuk menyukuri apa yang telah diperoleh selama ini. Tetapi ketika aku berjumpa dengan realita, kadang yang muncul justru penyesalan.
Aku hanya ingin bahagia, menjalani hidup tanpa dihantui kebingungan, dan aku hanya ingin cukup, tak perlu berlebihan. Namun, proses untuk menuju ke sana ternyata terlalu membingungkan untukku. Rasanya seperti tersesat dalam labirin.
Aku ingin melangkah maju, namun ketakutan tak juga beranjak dalam hatiku yang selalu meragukan apakah langkahku kali ini benar-benar mendekatkanku pada kepastian atau malah menjadi sebuah kemunduran.
Aku sebal dengan perasaan ini, perasaan yang sangat membingungkan. Aku ingin menjadi makhluk yang bersyukur tanpa mengendurkan semangatku untuk terus maju. Itu saja.
Sering aku kebingungan menjalani hidup, tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidupku secara lebih konkret. Ketika egoisme meraja, sulit rasanya untuk menyukuri apa yang telah diperoleh selama ini. Tetapi ketika aku berjumpa dengan realita, kadang yang muncul justru penyesalan.
Aku hanya ingin bahagia, menjalani hidup tanpa dihantui kebingungan, dan aku hanya ingin cukup, tak perlu berlebihan. Namun, proses untuk menuju ke sana ternyata terlalu membingungkan untukku. Rasanya seperti tersesat dalam labirin.
Aku ingin melangkah maju, namun ketakutan tak juga beranjak dalam hatiku yang selalu meragukan apakah langkahku kali ini benar-benar mendekatkanku pada kepastian atau malah menjadi sebuah kemunduran.
Aku sebal dengan perasaan ini, perasaan yang sangat membingungkan. Aku ingin menjadi makhluk yang bersyukur tanpa mengendurkan semangatku untuk terus maju. Itu saja.