Tulisan ini bukan merupakan sinopsis dari film berjudul sama karya Asrul Sani yang mendapatkan pengahargaan FFI dan Festifal Film Korea. Berbeda dengan tokoh Palupi karangan Asrul Sani, Palupi yang ini adalah diriku sendiri – perempuan dengan satu kata nama, Palupi.
Sering aku kebingungan menjalani hidup, tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidupku secara lebih konkret. Ketika egoisme meraja, sulit rasanya untuk menyukuri apa yang telah diperoleh selama ini. Tetapi ketika aku berjumpa dengan realita, kadang yang muncul justru penyesalan.
Aku hanya ingin bahagia, menjalani hidup tanpa dihantui kebingungan, dan aku hanya ingin cukup, tak perlu berlebihan. Namun, proses untuk menuju ke sana ternyata terlalu membingungkan untukku. Rasanya seperti tersesat dalam labirin.
Aku ingin melangkah maju, namun ketakutan tak juga beranjak dalam hatiku yang selalu meragukan apakah langkahku kali ini benar-benar mendekatkanku pada kepastian atau malah menjadi sebuah kemunduran.
Aku sebal dengan perasaan ini, perasaan yang sangat membingungkan. Aku ingin menjadi makhluk yang bersyukur tanpa mengendurkan semangatku untuk terus maju. Itu saja.
Sering aku kebingungan menjalani hidup, tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidupku secara lebih konkret. Ketika egoisme meraja, sulit rasanya untuk menyukuri apa yang telah diperoleh selama ini. Tetapi ketika aku berjumpa dengan realita, kadang yang muncul justru penyesalan.
Aku hanya ingin bahagia, menjalani hidup tanpa dihantui kebingungan, dan aku hanya ingin cukup, tak perlu berlebihan. Namun, proses untuk menuju ke sana ternyata terlalu membingungkan untukku. Rasanya seperti tersesat dalam labirin.
Aku ingin melangkah maju, namun ketakutan tak juga beranjak dalam hatiku yang selalu meragukan apakah langkahku kali ini benar-benar mendekatkanku pada kepastian atau malah menjadi sebuah kemunduran.
Aku sebal dengan perasaan ini, perasaan yang sangat membingungkan. Aku ingin menjadi makhluk yang bersyukur tanpa mengendurkan semangatku untuk terus maju. Itu saja.
I D E M .....
tapi waktu selal melangkah maju..dia tidak pernah berjalan mundur...alangkah baiknya bila kita juga mengikuti sang waktu untuk terus melangkah maju....
Semoga segera mendapatkan jawab....
Apa yang anda alami sama persis dengan apa yang saya alami dalam menghadapi 'Palupi' di rumah tangga.
Sampai pada saat saya menulis ini, belum juga terpecahkan masalah tersebut. malah cenderung ke arah perpecahan.
Ceritanya panjang,... Tapi intinya adalah 'berpijaklah di bumi, dan jangan melayang'
rasakan tajamnya batu yang menyentuh kulit telapak kakimu, dan syukuri itu sebagai anugrah,...
Semoga sukses.